Sakit pinggang memang rentan dialami oleh orang yang sudah menginjak usia 30 tahun. Namun, ada kemungkinan juga orang berusia 30 tahun kebawah mengalami sakit pinggang. Ada berbagai faktor yang bisa menjadi penyebabnya, salah satunya mengangkat beban yang berat. Nah, buat Anda yang sering mengalami masalah ini, berikut empat jenis obat sakit pinggang yang aman untuk dikonsumsi.

1. Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS)

OAINS adalah kelompok obat-obatan yang biasa digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan, termasuk sakit pinggang. Golongan obat ini digunakan untuk mengatasi sakit pinggang ringan hingga sedang. Biasanya dokter akan memberikan OAINS, seperti ibuprofen, Asam Mefenamat dan juga Natrium Diclofenac untuk mengatasi masalah sakit pinggang.

Jika sakit pinggang yang Anda rasakan tergolong sedang hingga berat, Adna bisa mengkonsumsi pereda rasa nyeri yang aman dikonsumsi dalam kurun waktu panjang, seperti Natrium Diclofenac. Namun, penggunaan obat iin harus sesuai dengan resep dokter. Adapun efek samping yang biasa ditimbulkan adalah diare, sakit perut, gangguan lambung, pendarahan hingga masalah ginjal dan jantung.

2. Antidepresan

Selain untuk mengatasi masalah depresi, obat antidepresan juga biasa digunakan untuk mengatasi masalah sakit pinggang, khususnya yang disebabkan oleh saraf kejepit. Obat sakit pinggang yang satu ini hanya boleh dikonsumsi sesuai anjuran resep dokter dan hanya digunakan untuk obat jangka pendek saja. Adapun efek samping dari obat ini diantaranya mengantuk, pusk dan juga sembelit.

3. Obat Anti Kejang

Salah satu obat anti kejang yang banyak digunakan untuk mengatasi masalah sakit pinggang adalah gabapentin. Selain gabapentin, obat anti kejang lainnya yang juga masih bisa digunakan untuk mengatasi rasa nyeri pada pinggang adalah pregabalin, asam valproat, lamotrigine dan juga carbamazepine.

Meski begitu, efektivitas obat anti kejang dalam mengatasi masalah sakit pinggang belum menunjukkan hasil yang konsisten selama ini. Bahkan, beberapa penelitian menyatakan, bahwa obat anti kejang tidak efektif dalam mengurangi rasa nyeri akibat sakit pinggang. Namun, penelitian lain mengungkapkan sebaliknya.

Obat yang harus disertai dengan resep dokter ini mempunyai beberapa efek samping saat dikonsumsi. Adapun efek samping yang ditimbulkan diantaranya adalah sakit kepala, mengantuk, pusing, peningkatan berat badan, gangguan pencernaan dan juga ruam pada kulit.

4. Pelemas Otot

Salah satu obat pelemas otot yang biasa diresepkan oleh dokter adalah diazepam dan juga eperisone. Obat relaksan otot ini sangat berguna untuk mengurangi rasa nyeri akibat sakit pinggang dengan cara melemaskan dan merelaksasi otot yang tegang.

Biasanya obat pelemas otot ini dikonsumsi bersamaan dengan obat pereda rasa nyeri lainnya. Adapun efek samping yang biasa ditimbulkan saat mengkonsumsi obat ini antara lain, mual, mengantuk dan pusing.

Nah itu dia empat jenis obat yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah sakit pinggang. Selain menggunakan obat, Anda juga bisa menggunakan cara alami mengatasi sakit pinggang. Untuk mengetahui caranya, Anda bisa membacanya di Orami. Sebab, Orami juga sering membagikan artikel kesehatan dan juga tips dan trik dalam dunia parenting.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.